Sabtu, 23 Februari 2013

4 MUSIM BERSAMA ILANA TAN

 SUMMER IN SEOUL



Jung Tae Wo’ penyanyi muda terkenal Seoul yang muncul kembali setelah empat tahun menghindari dunia showbiz. ''Aku hanya ingin memintamu berfoto denganku sebagai pacarku,'' kata Jung Tae Woo pada gadis dihadapanya.
 
Sandy alias Han Soon Heegadis blasteran Indonesia-Korea yang sudah mengenali Jung Tae Woo sejak awal, namun sedikit pun tidak berkesan.
 
Sandy mengangkat wajahnya dan menatap laki-laki itu, lalu berkata,''Baiklah asalkan wajahku tidak terlihat.''Awalnya Jung Tae Woo tidak curiga kenapa Sandy langsung menerima tawaranya. Sementara Sandy hanya bisa berharap ia tidak akan menyesali keputusanya terlibat dengan Jung Tae Woo. Hari-hari musim panas sebagai ''kekasih'' Jung Tae Woo dimulai. Perubahan rasa itupun ada. Namun keduanya tidak menyadari kebenaran kisah empat tahun lalu sedang mengejar mereka.
“jadi kau tidak mau punya kekasih artis?”
“tidak. Sebaiknya tidak.”

“kalau begitu, apakah aku harus berhenti?”
“memangmya, kenapa harus berhenti?”

“karena sepertinya aku menyukaimu.”


“terima kasih.”
“terima kasih? Untuk apa?”
Karena menyukaiku. “untuk segalanya. Terima kasih.”


“kalau suatu saat nanti kau rindu, kau mau memberitahuku?”
“kenapa aku harus memberitahumu?”
“supaya aku bisa langsung berlari menemuimu.”


“dalam bisbol ada sembilan pemain. Kurang satu saja tidak bisa. Sembilan artinya lengkap. Kenapa aku menyimpan nomor Sandy di nomor sembilan? Itu karena kalau dia ada, aku baru merasa benar, merasa lengkap. Dia nomor sembilanku.”


AUTUMN IN PARIS



Tara Dupont’ menyukai Paris dan musim gugur. Ia mengira sudah memiliki segalanya dalam hidup...sampai ia bertemu ‘Tatsuya Fujisawa’ yang susah ditebak dan selalu membangkitkan rasa penasaranya sejak awal.Tatsuya Fujisawa benci Paris dan musim gugur. Ia datang ke Paris untuk mencari orang yang menghancurkan hidupnya. Namun ia tidak menduga akan terpesona pada Tara Dupont, gadis yang cerewet namun bisa menenangkan hati dan pikiranya...juga mengubah dunianya.Tara maupun Tatsuya tidak menyadari benang yang menghubungkan mereka dengan masa lalu, adanya rahasia yang menghancurkan segala harapan, perasaan, dan keyakinan. Ketika kebenaran terungkap, tersingkap pula arti putus asa ...arti tak berdaya...kenyataan juga begitu menyakitkan hingga mendorong salah satu dari mereka untuk mengakhiri hidup. 
 
Seandainya masih ada harapan, sekecil apapun untuk mengubah kenyataan, ia bersedia menggantungkan hidupnya pada harapan itu...


“kalau boleh jujur, dulunya aku tidak suka paris. Aku juga benci musim gugur.”
“tetapi akhir-akhir ini aku merasakan sesuatu yang aneh sedang terjadi… Paris berubah menjadi kota yang indah tepat didepan mataku dan musim gugur juga mulai terasa menyenangkan. Gadis itu yang membuat segalanya berubah. Dia suka musim gugur dan sangat suka kota ini. Mengherankan sekali… Aku tidak pernah menganggap diriku gampang dipengaruhi, tetapi kenapa gadis ini dengan mudahnya membuatku berubah pikiran?”


“Sebastien pernah bilang kau bekerja sepanjang hari seperti mesim. Tolong ingat, kau bukan mesin. Kau tentu tahu kalau tidak istirahat kau bisa sakit nantinya. Mesin bisa meledak kalau dipakai terus menerus tanpa henti. Kau dengar?”
“karena itulah sekarang aku memelukmu.” “aku bisa mengisi ulang tenagaku.”
“Tatsuya, jangan bercanda.”
“aku tidak bercanda, Tara-chan.” “kau membuatku merasa lebih baik. Menyenangkan sekali memelukmu seperti ini, sampai-sampai aku takut tidak akan sanggup melepaskan diri lagi.”
“memangnya kau berniat melepaskan diri?”
“tidak. Kalau memang boleh, aku tidak berniat melepaskan diri.”



“Sekarang…saat ini saja…untuk beberapa detik saja…aku ingin bersikap egois. Aku ingin melupakan semua orang, mengabaikan dunia dan melupakan asal usul, serta latar belakangku. Tanpa beban, tuntutan atau harapan, aku ingin mengaku….aku mencintainya.”


WINTER IN TOKYO



Tetangga baruku, Nishimura Kazuto, datang ke Tokyo untuk mencari suasana yang berbeda. Itulah katanya, tapi menurutku alasanya lebih dari itu. Dia orang yang baik, menyenangkan dan bisa diandalkan.Perlahan-lahan mungkin sejak malam natal itu, aku mulai memandangnya dengan cara yang berbeda. Dan sejak saat itu pula rasanya sulit membayangkan hidup tanpa dia.
Keiko tentang Kazuto

Sejak awal aku sudah merasa ada sesuatu yang menarik dari Ishida Keiko. Segalanya terasa menyenangkan bila dia ada. Segalanya terasa baik bila dia ada. Saat ini di dalam hatinya masih ada seseorang yang ditunggunya. Cinta pertamanya. Kuharap dia bisa berhenti memikirkan orang itu dan mulai melihatku. Karena hidup tanpa dirinya sama sekali bukan hidup.
Kazuto tentang Keiko

Mereka pertama kali bertemu di awal musim dingin di Tokyo. Selama sebulan bersama, perasaan baru pun terbentuk. Lalu segalanya berubah ketika suatu hari salah seorang dari mereka bangun dan sama sekali tidak mengingat semua yang terjadi selama sebulan terakhir, termasuk orang yang tadinya sudah menjadi bagian penting bagi hidupnya.....

 
 
“kenapa harus takut gelap kalau ada banyak hal indah yang hanya bisa dilihat sewaktu gelap?”


“kau bisa melupakannya dan mulai benar-benar melihatku?”


“…..tapi katakan padaku, apa yang harus kulakukan supaya kau menerimaku. Atau setidaknya memberiku kesempatan. Aku…..”
“kau tidak perlu melakukan apa-apa, Kazuto-san. Karena aku memang sudah melihatmu.”


SPRING IN LONDON 



Gadis itu tidak menyukainya. kenapa? Astaga, ia ‘Danny Jo’ adalah orang yang baik. Sungguh! ia selalu bersikap ramah, sopan, dan menyenangkan. Lalu mengapa ‘Naomi Ishida’ menjauhinya seperti wabah penyakit? Bagaimana mereka bisa bekerja sama dalam pembuatan video musik ini kalau gadis itu mengacuhkanya setiap saat? Kesalahan apa yang sudah dia lakukan? Bagaimanapun juga Danny bukan orang yang gampang menyerah. Ia akan mencoba mendekati Naomi untuk mencari tahu alasan gadis itu memusuhinya.Tetapi ada dua hal yang tidak diperhitungkan Danny. Yang pertama kemungkinan ia akan jatuh cinta kepada Naomi Ishida yang dingin, misterius, dan penuh rahasia itu. Dan yang kedua adalah kemungkinan ia akan menguak rahasia gelap yang bisa menghancurkan mereka berdua dan orang-orang yang mereka sayangi.


“Apa kau takut padaku?” “Naomi?”
“Apakah aku punya alasan untuk takut padamu?”



“Katakan padaku kau tidak tertarik pada Chris.”
“apa?”
“lupakan saja. Aku tidak tahu apa yang kukatakan.”
“aku tidak tertarik padanya. Sudah kukatakan padamu kemarin.”



“aku tidak menuntut banyak. Aku juga tidak akan membebanimu. Aku hanya memintamu menunggu sampai aku menyelesaikan masalahku. Sampai saat itu tiba, jangan pergi kemana-mana. Tetaplah bersamaku.”
“aku…” “aku percaya padamu.” “dan terima kasih sudah menungguku.”



Tidak ada komentar:

Posting Komentar